Dewan Peringatkan Dampak Banjir

kaliSurabaya – Peringatan yang disampaikan Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kemungkinan Surabaya terendam banjir seperti Jakarta di saat hujan.

Agus Sudarsono anggota Komisi C membeberkan pemikirannya bahwa Pemkot Surabaya harus segera fokus ke masalah Kali Lamong.

“Mengapa harus fokus ke Kali Lamong, karena sebenarnya disanalah akar masalahnya,” terangnya. “Pola pikir kita harus diubah, karena selama ini yang terkena dampak banjir adalah 3 kecamatan yakni Pakal,¬† Benowo dan¬† Sambikerep, jadi mestinya disisikan dana besar disana,” tambahnya.

Masih kata Agus, ada sejumlah proyek yang nantinya harus dikerjakan, yakni pelengsengan yang berada di wilayah Surabaya.

Adapun panjangnya mencapai sekitar 10 Kilometer (KM), plengsengan tersebut dibuat membujur ke timur hingga mencapai ke kawasan Romokalisari dan proyek tersebut bisa dikerjakan antara 2 hingga 3 tahun.

“Untuk itu Pemkot harus sering kordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) PU Bina Marga Jawa Timur (Jatim) dan Kementerian PU,” paparnya.

“Selain itu juga harus kerap bertanya ke Badan perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), karena dananya ada disana semua,” jelas Agus.

“Memang ada kesulitan pembebasan lahan, di sekitar bibir sungai itu idealnya 5 meter (m), itu biaya yang cukup besar,” akunya.

Menurut Agus, sebenarnya perihal proyek Kali Lamong tersebut sudah diwacanakan sejak tahun 2009 silam. Beberapa kali telah dilakukan pengerjaan proyek di Kali Lamong. Seperti melakukan pengerukan di beberapa bagian sungai.

“Namun upaya¬† pendalaman atau pengerukan tersebut belum bisa menjadi solusi. Buktinya masih tetap saja banjir.
Memang sekali lagi itu biaya tinggi dan harus ada political will dari pemerintah pusat,” pungkasnya.