Dewan Mulai Berteriak Terkait Trem

tremSurabaya – Keberadaan trem yang selama ini menjadi pembahasan dan belum adanya kenyataan. Ternyata masih memunculkan persoalan.

Sebelumnya pembangunan jalur trem akan didanai dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dipastikan gagal dilaksanakan.

Hal tersebut yang membuat kalangan Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya bersuara.

Buchori Imron Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya menyampaikan, Komisi C akan meminta penjelasan dari Kementerian Perhubungan (Keenhub) seputar realisasi pembangunan Angkutan Masssal Cepat dalam hal ini berupa trem.

“Sebelumnya, pembiayaan ditanggung penuh APBN, kemudian sekarang kabarnya pembiayaan 50-50,” ungkap Buchori.

Untuk pembangunan proyek transportasi massal tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp (rupiah) 2,4 triliun. Dikarena adanya keterbatasan APBN. maka pembiayaan proyek itu ditranggung bersama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota (Pemkot).

Buchori mengatakan, apabila separuh biaya ditanggung oleh Pemkot. Dapat dipastikan akan banyak proyek pembangunan yang dikepras.

Padahal,masih banyak pembangunan saranadan prasarana yang samai saat ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Surabaya.