Dewan Menginginkan Pedagang Pasar Turi Tidak Mengalami Keresahan

Masduki Pimpin Rapat Terkait Pasar Turi Baru

Masduki Pimpin Rapat Terkait Pasar Turi Baru

Surabaya – Proyek pembangunan Pasar Turi Baru (PTB) yang nantinya menjadi ikon baru untuk Kota Surabaya hingga sampai saat ini masih belum selesai taraf pembangunannya.

Proyek spektakuler PTB dan dipastikan akan menjadi kebanggan bagi masyarakat surabaya, ternyata mendapat perhatian secara khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Begitu perhatiannya sehingga anggota DPRD Surabaya mengundang beberapa pejabat di Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berkaitan dengan aproyek tersebut. Salah satunya dari pihak investor adalah PT Gala Bumi Perkasa (GBP) yang melakukan pembangunan PTB.

Dalam dengar pendapat yang digelar di DPRD Surabaya), Henry J Gunawan selaku Direktur Utama (Dirut) PT GBP menyatakan, molornya pembangunan disebabkan yang diserahkan ke investor masih ada beberapa bangunan.

“Sebenarnya begitu lahan diserahkan ke kita sudah dalam kondisi kosong, tapi di sana masih ada beberapa bangunan,” tambahnya.

“Tanggal 14/10/2014 itu perjanjian dengan pedagang bukan dengan Pemkot Surabaya, kalau dengan Pemkot Surabaya, kita perjanjian Build Operate and Transfer (BOT),” terangnya.

“Perjanjian yang kita buat ada beberapa klausul, kalau kita terlambat kita di denda, jika pedagang yang terlambat, kita denda, itu wajar dalam perjanjian,” terangnya.

“Saat ini Pemkot Surabaya masih menunggu fatwa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sebagai kuasa pemerintah untuk meninjau perjanjian kedua belah pihak antara Pemkot dan PT GBP,” terang Masduki Toha Wakil Ketua III DPRD Surabaya.

Masih kata Masduki, sebenarnya, apa yang menajadi masalah, ternyata dalam perjanjian itu masih ada titik dan komanya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kejelasan dari Kejaksaan.

“Saya berharap pedagang diajak berbicara dengan Pemkot Surabaya, supaya mereka tidak mengalami keresahan, seperti selama ini yang terjadi, agar mereka tenang dalam bekerja,” jelasnya.