Dewan Kecewa, PPA TOW Akan Demo Besar-Besaran

alimSurabaya – Keputusan sepihak Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, merelokasi bus Antara Kota Antar Propinsi (AKAP) yang sebelumnya masuk ke Terminal Tambak Osowilangun (TOW) ke Terminal Purabaya disesalkan anggota dewan. “Jujur kita tidak habis pikir dengan keputusan Dishub Surabaya,” kata Sachiroel Alim Anwar Ketua Komisi C bidanng Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Alim menjelaskan, dalam setiap dengar pendapat sebenarnya telah disepakati bahwa setiap keputusan yang akan diambil harus berdasarkan keputusan bersama, dalam hal ini dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Organisasi Angkutan Darat (Organda), anggota dewan, serta para pihak yang ada di TOW.

“TOW itu dibangun dengan uang rakyat Surabaya yang diambilkan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), harusnya, juga bisa dimanfaatkan bagi warga Surabaya yang ada di sini,” tambahnya.

“Kita sebenarnya tidak mempermasalahkan ketidak hadiran kepala Dishub dalam setiap dengar pendapat yang digelar, asalkan, setiap yang kebijakan yang diambil tidak membuat resah masyarakat,” tandasnya.

“TOW sudah selesai direnovasi, bahkan sekarang mulai ramai lagi, makanya keputusan Dishub mengembalikan bus AKAP itu sangat lucu dan mencurigakan, jangan salahkan kalau nanti ada demo,” kata Supari Sekretaris Paguyuban Pekerja Angkutan (PPA) TOW.

“Di TOW ada sekitar 800 bemo, itu belum termasuk bus dalam kota maupaun AKDP yang mencapai 300 bus, makanya, dalam waktu dekat kita akan minta klarifikasi kepada Walikota,” tandasnya.

Soemarsono Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (Kabid LLAJ) Dishub Jawa Timur (Jatim) menyampaikan, untuk trayek buas AKAP, Dishub dan LLAJ Jatim tidak memiliki wewenang mengelurkan ijinnya. Karena untuk trayek bis AKAP, dikeluarkan langsung oleh pemerintah pusat.