Dewan Dan Pemkot Surabaya Berkeyakinan Serapan Anggaran Tercapai 80 Persen

Masduki Toha

Masduki Toha

Surabaya – Serapan anggaran untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APDB TA) 2015, telah menjadi perhatisn secara serius dari legsilator surabaya maupun birokrat surabaya.

Terkait serapan anggaran yang dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Surabaya. Masduki Toha Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya memberikan porsi perhatian berbeda serta pengamatan berkelanjutan.

“Pak Nurwiyatno merupakan Pelaksana Tugas (Pj) Waikota Surabaya sudah melakukan peringatan kepada SKPD Kota Surabaya, untuk secepatnya melakukan serapan anggaran semaksimal mungkin dalam waktu 2 bulan ini,” kata Masduki Toha.

“Kita melihat nanti, bagaimana laporan akhir, paling tidak di dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (RAPBD TA) 2016, minimal sampai akhir bulan Oktober dan awal bulan November tahun ini,” tambah Masduki.

Masduki menyampaikan, yang menjadi catatan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. “Tentu ada dampak apabila serapan anggaran tidak sampai 70 persen, maka Dana Alokasi Khusus (DAK) ataupun Dana Alokasi Umum (DAU) yang berasal dari pusat juga akan mengalami pengurangan,” terangnya.

Masduki Toha mengharapkan, bersama-sama dengan seluruh komisi yang ada di DPRD Kota Surabaya untuk mendorong dalam penyerapan anggaran semaksimal mungkin untuk semua SKPD.

Hendro Gunawan Sekretaris Kota (Sekota) Surabaya
sampai hal yang sama. “Dengan akhir tahun ini dan sesuai dengan intruksi dari Pj Walikota Surabaya, kita kejar serapan secara maksimal sekitar 80 persen,” paparnya.

“Kita sudah melakukan evaluasi setiap minggunya dengan SKDP serta asisten, supaya dapat melakukan proses percepatan serapan anggaran,” jelas Hendro.

Hendro nengungkapkan, mengenai beberapa kendala yang dihadapi SKPD Kota Surabaya dalam melakukan serapan anggaran.

“Seperti pada, pelelangan, pembebasan lahan, terlambat sehingga berulang, bahkan proses dilapangan, kalau tidak terserap secara maksimal secara otomatis pemerintah pusat akan melakukan evaluasi terkait DAU maupun DAK,” terangnya.

Namun Pemkot Surabaya berkeyakinan bahwa serapan secara maksimal akan terealisasi serta mencapai 80 persen dari keseluarah anggaran pada tahun ini.