Dewan Belum Pernah Diajak Bicara

Masduki Toha

Masduki Toha

Surabaya – Pembangunan proyek trem yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mendapat sorotan tajam dari anggota legislatif surabaya.

Sebelumnya Baktiono anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyatakan menolak pembangunan proyek trem karena bukan solusi mengurai kemacetan.

Kini hal tersebut dilontarkan Masduki Toha Wakil Ketua III DPRD Surabaya. Dirinya menilai, bahwa progam yang dilakukan Pemkot dengan PT KAI ini harus dikaji terlebih dahulu, agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan.

“Surabaya saat ini luar biasa macetnya, artinya, progam ini itu harus digodok dulu, setelah itu baru dipublikasikan ke publik atau media, ini kmasih belum jelas tapi sudah digembor gemborkan, dan akhirnya menimbulkan pro dan kontra,” kata Masduki.

Masduki menambahkan, sampai saat ini Pemkot Surabaya belum pernah memberikan keterangan yang resmi kepada dewan.

Nantinya mau dijadikan seperti apa dan apa yang menjadi tujuan dari Pemkot dan PT KAI membuat pembangunan proyek trem ini.

“Harusnya ada pertemuan dulu Pemkot dengan dewan, kita diundang, dengan Badan Pembangunan dan Perencanaan Kota (Bappeko) ataupun PT KAI, biar tidak menimbulkan pro dan kontra diberbagai pihak,” terangnya.

Masih kata Masduki, bukan berarti dirinya tidak setuju dengan adanya progam trem ini. Tetapi, harus mengetahui dahulu bagaimana sistem perjanjian antara Pemkot dengan PT KAI.

“Okelah kalau memang tujuannya untuk mengurai kemacatan lalu lintas, tapi bagaimana proses pembangunannya itulah yang sampai sekarang kami belum tau,,” pungkasnya.