Data Toko Modern Tidak Sama

pasarSurabaya – Permasalahan toko modern ternyata tidak ada penyelesaian. Dalam dengar pendapat di Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya malah tidak ada titik temu.

Salah seorang perwakilan dari Indomarco menyampaikan, saat ini ada sekitar 200 gerai yang ada di surabaya. Sedangkan Didi Sahadi perwailan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Surabaya mengatakan saat ini masih dalam proses mengenai perijinannya dihadapan anggota Komisi C.

“Yang berdosa adalah Disperindag dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya,” kata Sudirjo anggota Komisi C. “Sekian ratus toko modern terus ditutup, apa tidak gila namanya,” tanyanya. “Yang membnuh orang kecil adalah aparat bukan Indomarco,” tambahnya.

Endi Suhadi yang juga anggota Komisi C mengungkapkan, kalau tidak diperbolehkan sebaliknya ditutup saja. “Berdasar data dari asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), pada tahun 2009 ada 400 gerai dengan omset Rp (rupiah) 15 triliun,” ungkap Vinsensius yang juga anggota Komisi C.

Masih kata Vinsensius, dan pada tahun 2012 sedah ada 800 gerai dengan omset mencapai Rp 18 triliun. Ketika disinggung berapa yang diberikan ke surabaya, salah seorang dari Indomarco menjelaskan sekitar Rp 200 juta setiap tahunnya.

“Karena yang datang merupakan bukan yang bisa memberikan keputusan terkait permasalahan ini, maka sebaliknya diagendakan lagi dengan mengundang para pengambil kebijakan,” pinta Sukadar anggota Komisi C.

Setelah semua anggota Komisi C menyetujui untuk tidak melanjutkan dan diagendakan ulang dengan mengundang Kepala Disperindag Surabaya dan Kepala DCKTR Surabaya, serta juga pemegang Kebijakan pada Alfa dan Indomarco.