Dana Lansia Dimakan Hama

Lanjut Usia

Lanjut Usia

Surabaya – Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya langsung memerintahkan Inspektorat Surabaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Kelurahan seluruh Surabaya.

Setelah Risma mendapatkan laporan soal penyimpangan pengelolaan dana makanan Lanjut Usia (Lansia) yang tidak tepat guna.

“Kemarin ada laporan warga soal dana makanan lansia yang seharusnya dikelola warga ternyata diambil alih pengelolaannya oleh Pegawai negeri Sipil (PNS),” kata Risma.

“Informasinya jelasnya, ceritanya saya belum tahu, karena saat ini inspektorat lagi turun untuk melakukan pemeriksaan, saya sudah perintahkan inspektorat untuk memeriksa yang bersangkutan sekaligus mempertajam laporan itu,” tambahnya.

“Jika terbukti hukumannya yakni pemecatan atau diberhentikan dengan tidak hormat, tapi kami akan koordinasikan dulu dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD),”jelasnya.

Sigit Sugiharsono Kepala Inspektorat Surabaya mengakui, pihaknya telah mendapatkan perintah dari Walikota untuk menindaklanjuti mengenai penyimpangan pengelolaan dana lansia di tingkat Kelurahan.

Masih kata Sigit, yang keliru mengelola dana permakanan untuk lansia karena adminsitrasinya diambil alih. Padahal, seharusnya yang menerima dan mengelola ya lansia itu sendiri.

Ternyata pengelolaan dan administrasi dikelolah kelurahan, tentu saja ini tidak diperbolehkan, sehingga hari ini dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan.

Sigit menjelaskan, dana permakanan untuk para lansia di setiap Kelurahan besarannya adalah 30 ribu rupiah untuk setiap Lansia dengan rincian 10 ribu rupiah untuk sekali makan dan dalam 1 hari mendapatkan jatah 3 kali makan, namun kenyataan dilapangan sangat berbeda.