Dana Konsinyasi Dititipkan Pengadilan

Erna Purnawati

Erna Purnawati

Surabaya – Sebanyak 6 persil milik warga yang ada di Kelurahan Wiyung Kecamatan Wiyung akhirnya dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Eksekusi tersebut dilakukan pasca Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya mengajukan konsinyasi sedangkan warga menolak dengan sistem pembayaran appreisal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Pemkot hanya memberi harga Rp (rupiah) 1 juta per meter persegi,” kata Asmugi salah seorang pemilik rumah. “Lalu dilakukan appreisal lagi dengan harga Rp 4 juta,” tambahnya. “Rumah kanan kiri saya ini mau dibebaskan dengan lahan segitu,” ungkapnya.

Erna Purnawati Kepala DPUBMP Surabaya mengatakan, saat ini proses penyelesaian jalan Wiyung masih kurang sekitar 3 kilometer (KM) dengan melntasi 2 Kelurahan.

“Kalau di Kelurahan Wiyung, kurang 6 persil yang saat ini dieksekusi ini,” kata Erna. “Kalau di Kelurahan Babatan, kurang 3 persil, rencanyanya juga akan dikonsinyasi juga,” terangnya ulas Erna yang ditemui di lokasi eksekusi.

Untuk kosinyasi DPU BMP Surabaya telah menitipkan uang pembebasan lahan yang nilanya sekitar Rp 11 miliar kepada pengadilan.