Copot KaDis Atau Biarkan Indag Jatim Ambruk

soekarwo, gubernur prov Jatim

soekarwo, gubernur prov Jatim

Jawa Timur ‚Äď Salah satu kebijakan Soekarwo, Gubernur Jawa Timur dalam mengamankan posisi pejabat yang dianggapnya loyal yakni, pada mutasi dan promosi akhir tahun 2014 lalu, menempatkan Warno Harisasono, dari Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur menjadi Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (perindag) Jawa Timur.

Menurut sumber yang bisa dipercaya, Gubernur tidak selayaknya memberi kursi kepada Warno Harisasono untuk duduk sebagai Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Hal ini bisa dibuktikan selama duduk sebagai Kepala Badan Penanaman Modal, Warno Harisasono tidak mampu menarik minat investor asing untuk masuk di Jawa Timur.

‚ÄúSemua investasi baik dari investor asing maupun investor lokal untuk Jawa Timur, penanganan proyeknya, semuanya mangkrak alias berhenti ditengah jalan,‚ÄĚ kata sumber.

Sumber enggan menyebutkan contoh proyek yang bisa dianggap sebagai proyek gagal karena ditinggalkan investor. ‚ÄúPers lebih tahu daripada saya, proyek apa yang ditinggal keluar investornya,‚ÄĚ jelasnya singkat.

Dalam jangka waktu empat bulan kekuasaan Warno Harisasono, sebagai Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, bisa dilihat bahwa Warno Harisasono tidak becus memimpin Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Pada Triwulan pertama anggaran sekitar 270 milyar rupiah, terserap tidak lebih dari 2% nya saja. “Dari sini kita bisa melihat Warno Harisasono TIDAK memiliki karakter bagus,” lanjutnya.

Dan jika ini didiamkan oleh Gubernur, bisa dipastikan sektor yang berkaitan dengan industri dan perdagangan di Jawa Timur akan carut marut dan berimbas tidak jalannya pengembangan ekonomi kerakyatan yang merupakan program unggulan Soekarwo, Gubernur Jawa Timur dan juga salah satu target program Joko Widodo, Presiden RI.

‚ÄúKalau Warno Harisasono dipertahankan oleh Gubernur untuk tetap menjadi Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur sampai bulan nopember 2015, bisa dipastikan Soekarwo telah gagal mendukung program pemerintah,‚ÄĚ ungkap sumber./*