Calo e-KTP Berkeliaran

elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP)

elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP)

Surabaya – Pambatasan yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dilakukan perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) hingga 30/09/2016. Telah membuat marah warga serta pengurusan e-KTP kacau balau.

Ratusan warga yang akan merekam dan mencetak e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya berubah panas. Bahkan tidak sedikit yang meluapkan kemarahannya setelah diminta kembali mengulang proses pengurusan ke kecamatan.

Hal tersebut membuat ratusan warga yang ingin membuat e-KTP geram. Kemarahan mereka bukan tanpa sebab, pada awalnya mereka disuruh menunggu hasil jadi e-KTP hingga berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun.

“Saya ini sudah foto dan cap jari pada bulan lalu dan itu tinggal menunggu jadinya kapan,” kata Ernawati. “Setelah tidak ada kabar, saya tanyakan ke petugas Dispendukcapil, katanya disuruh mengurus lagi,” tambahnya.

“Ini saya foto lagi, gak tahu lagi, masak saya ini harus menunggu lagi jadinya, saya juga gak tahu lagi harus gimana, sangat menyita waktu,” keluhnya.

“Pada hari Sabtu lalu, ada Bu Risma dan saya ada disini terlihat banyak petugas yang melayani masyarakat bersama dengan Bu Risma,” kata Budianto. “Tapi sekarang kembali lelet lagi pelayanannya,” ungkapnya.

Berdasar informasi yang didapat, dalam melakukan perekaman e-KTP. Ternyata masih ada calo yang berkeliaran. Keluar masuknya warga yang melakukan perekaman e-KTP nomornya tidak berurutan.