Bupati Magelang Harus Berani Duduk Bersama

Sarasehan Anggota DPRD Prov Jateng bersama Forum Pemuda Magelang

Sarasehan Anggota DPRD Prov Jateng bersama Forum Pemuda Magelang

Magelang, portal nasional – Dikeluarkannya SK Bupati Nomer 180.182/374/KEP/59/2016 tentang pencabutan ijin pembangunan PT. Woneel Sinar Utama (WSU) di dusun Nglerep, desa Dayangan kecamatan Mertoyudan, kabupaten Magelang pada tanggal 31 Mei 2016 ternyata masih menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

Banyaknya pihak yang mempertanyakan keputusan Bupati yang mencabut ijin tersebut padahal satu minggu sebelumnya Bupati sudah mengeluarkan SK nomer 180.182/345/KEP/59/2016 tentang pemberian ijin Penggunaan Pemanfaatan Tanah untuk pabrik yang rencananya akan memproduksi sarung tangan tersebut.

Pujiyanto, Ketua Forum Pemuda Deyangan

Pujiyanto, Ketua Forum Pemuda Deyangan

Hal itu dikemukakan oleh Pujiyanto dari Ketua Forum Pemuda Deyangan (FPD), menurutnya, proses medapatkan surat keterangan dari dinas PU sudah tujuh bulan lebih diajukan, proses pendirian pabrik juga sudah dikuatkan oleh putusan hukum dari PTUN Semarang dengan nomor 10 tahun 2015 tentang perijinan penggunaan tanah.

“Selain membantu mengurangi pengangguran, berdirinya pabrik juga tidak mengggangu lingkungan hidup karena proses amdalnya sudah selesai dikaji,‚ÄĚ terang Yanto.

Menanggapi permasalahan tersebut anggota DPRD Provinsi Jateng di komisi B yang membidangi perekonomian Ferry Firmawan menjelaskan bahwa semua pihak harus bersikap sabar sambil menunggu penjelasan kebijakan baru dari Bupati Zaenal Arifin. Jika diperlukan hendaknya semua pihak bisa duduk bersama untuk membahas akar persoalan

‚ÄúSaya meyakini, bupati sudah mempertimbangkan matang-matang ketika mengeluarkan SK baru, tinggal nanti bisa merasionalkan kepada masyarakat saja,‚ÄĚ kata Ferry

Lebih lanjut, pria yang terpilih menjadi anggota DPRD dari dapil VI (Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Temanggung) ini juga menambahkan apa yang disampaikan Pujiyanto juga merupakan hal yang wajar karena sebagai bagian masyarakat, mendapatkan pekerjaan juga sebagai bagian dari meningkatkan kesejahteraan hidup

‚ÄúKedua belah pihak (bupati dan FPD) sebenarnya mempunyai tujuan yang baik untuk Magelang, tinggal bagaimana caranya diselaraskan‚ÄĚ imbuh Ferry

Penanaman Investasi di Magelang pada tahun 2016 memang berkembang pesat, menurut data yang dimiliki oleh Bank Indonesia Jawa Tengah, lingkungan usaha yang paling kondusif di Jawa Tengah dengan angka 85,68 didorong faktor kemudahan perizinan usaha dan daya tarik investasi yang relatif tinggi merupakan faktor utama banyaknya perencanaan investasi disana.

Menurut Hery Prihandoko, Ketua Forum Pemuda Lereng Menoreh, dirinya sangat heran melihat sikap bupati yang tidak pernah mau bertemu dengan pemuda Magelang dan mencari solusi yang baik, dan terkesan menghindar.

“Kita ini sangat mendukung langkah-langkah bupati. Apapun keputusannya kita terima. Akan tetapi bupati harus konsisten, segala perizinan bangunan yang melanggar PERPRES NO 58 THN 2014 harus di bongkar,” kata Hery Prihandoko./*