Bukan Berarti Meninggalkan Gerindra Dan PKS

Saifudin Zuhri

Saifudin Zuhri

Surabaya – Sebagai partai pemenang ketiga setelah Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) dan Fraksi Partai Demokrat (PD). Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merasa ada yang janggal dalam urutan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur (SK Gub Jatim) tentang pengangkatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya periode 2014-2019,.

Disebabkan masuk dalam urutan ke empat setelah Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB). Secara politis dianggap menyinggung bahkan mencederai. Oleh karena itu yang harus dipertanyakan ke Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya.

Belum selesai soal urutan SK, muncul lagi permasalahan baru. FGerindra dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) tidak dilibatkannya dalam rapat musyawarah pembentukan alat kelengkapan di DPRD Surabaya untuk mengisi nama-nama yang akan duduk sebagai ketua Komisi, Badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran (Banggar), Badan Legsilatif (Banleg) serta juga Badan Kehormatan (BK).

“Iya memang benar, itu tadi malam di ruang Wakil Walikota (Wawali), tapi sifatnya hanya mengundang sejumlah fraksi untuk silaturahmi, yang tentu diwarnai pembicaraan politik,” kata Saifudin Zuhri anggota FPDIP.

“Semua fraksi memang ada, kecuali Gerindra dan PKS, tetapi karena pembicaraannya tidak mengarah kepada soal pembentukan alat kelengkapan dewan, hanya mereka memang diminta segera mengirimkan sejumlah nama untuk itu, yang pasti bukan berarti kami meninggalkan Gerindra dan PKS,” elaknya.