Bubarkan DPRD Surabaya

PDAMSurabaya – Keluhan sebagian besar masyarakat surabaya yang masuk ke Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Membuat Komisi B memanggil pemain tunggal air bersih dalam hal ini adalah Perusahaan Daeah Air Minum (PDAM) Surabaya merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Dalam dengar pendapat di Komisi B DPRD Surabaya semua anggota legislatif mencerna perwakilan PDAM Surabaya terkait layanan yang kurang memuaskan.

“Orang tua saya ditegur sama petugas meteran kenapa lapor ke dewan,” kata Edi Rachmad Sekretaris Komisi B. “Saya akan tanya ke orang tua saja, apa juga mengalami hal serupa seperti orang tua pak Edi,” kata Achmad Zakaria anggota Komisi B.

Zakaria menambahkan, kalau tersinggung dilaporkan ke dewan lebih baik dewan dibubarkan saja. “Atau pergi dari negara Indonesia,” tegasnya.

Bahkan Mazlan mansur selaku Ketua Komisi B DPRD Surabaya mengatakan, prestasi PDAM dalam pelayanan tidak lebih baik dari tahun lalu. “Lebih tepatnya mengalami kemunduran,” terangnya.

“Sangat vulgar, bahkan ada petugas lapangan yang meminta dana pada pelanggaan supaya meteran airnya tidak disegel,” paparnya dengan geleng-geleng kepala.

Sunarno selaku Direktur Operasional (Dir Op) PDAM Surabaya tidak menyuarakan banyak terkait keluhan masyarakat yang mengalir ke gedung legislatif surabaya. “Saya akan sampaika ke pimpinan,” singkatnya.