BPS Siapkan 5500 Petugas Untuk Sukseskan Sensus Ekonomi

M Sairi Hasbullah Kepala BPS Jatim ketika Sosialisasi Sensus Ekonomi

M Sairi Hasbullah Kepala BPS Jatim ketika Sosialisasi Sensus Ekonomi

Surabaya – Sensus Ekonomi tahun 2016 yang dilakukan Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) yang dilakukan selama 10 tahun sekali.

Dari data tersebut, dipastikan banyak hal baru yang dapat diperoleh, diantaranya adalah data usaha informal yang saat ini telah berjalan dan mulai berkembang. Maka dari itu, kegiatan ini adalah kegiatan monumental yang terus di update setiap 10 tahun sekali.

“Dari hasil sensus ini, kita dapat melihat perkembangan perekonomian nasional dan regional,” kata M Sairi Hasbullah Kepala BPS Jatim. “Contohnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kita dapat melihat jumlah usaha, hasil produk dan perputaran uang yang ada saat ini,” tambahnya.

Masih kata Sairi, seluruh unit usaha akan didata, mulai dari skala mikro kecil rumah tangga hingga usaha skala besar makro.

Karena, saat ini, banyak jenis usaha yang saat ini sedang berkembang, contohnya, go-jek dan usaha-usaha yang berbasis online lainnya. “Namun, kita tidak mendata usaha yang berkaitan dengan bidang pertanian,” ungkapnya.

Ada beberapa jenis jumlah usaha yang akan di sensus ekonomi oleh BPS, di antaranya adalah jenis usaha mikro atau kecil, jenis usaha menengah dan jenis usaha makro atau usaha dengan skala yang besar. Terkait teknis pendataan sensus ekonomi yang akan diadakan nantinya menggunakan sistem jemput bola.

“Kami akan menurunkan tim yang berjumlah 5.500 petugas dan nantinya tugas dari tim tersebut akan mendata usaha yang dilakukan oleh masyarakat, kami akan turun kebawah dengan menggunakan sistem mendatangi langsung,” terang dia.

Lantas dia menjelaskan, jika pada tahun 2016 mendatang, sensus ekonomi akan dilaksanakan mulai Bulan Mei. Selain itu, BPS Jatim telah mentargetkan pada tahun 2016 di Bulan Agustus sensus tersebut akan rampung.

“Kami mentargetkan, pada Bulan Agustus 2016 mendatang, Presiden dapat mengumumkan hasil sensus ekonomi disemua wilayah yang ada di Indonesia,” papar dia.

Untuk dapat memaksimalkan program sensus ekonomi tersebut, dia berharap, agar masyarakat dapat membantu program ini sehingga dapat merjalan secara maksimal.

“Sesuai dengan amanah Undang-Undang (UU) nomor 16 tahun 1997 tentang statistik,” ungkapnya. “Gubernur dan Walikota maupun Bupati, wajib membantu dalam kelancaran proses dari program tersebut, selain itu, kami juga berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam menyukseskan program ini,” jelasnya.