BPK Wajib Selidiki Anggaran Wifi Dewan Surabaya

wfSurabaya – Program jaringan tanpa kabel (wifi) yang ada di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, ternyata menyisahkan titik gelap dalam anggarannya.

Sampai saat ini sama sekali tidak diketahui siapa pemenang tender untuk pengerjaan jaringan tersebut, dan parahnya juga tidak adanya publikasi yang dilakukan oleh Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya.

Tidak tertutup kemungkinan, dana anggaran yang mencapai ratusan juta tersebut akan beralih ke pos lainnya sehingga perlu sekali dipendam supaya tidak tercium para wartawan.

Tidak hanya kerapnya mengalami kerusakan pada jaringan wifi di gedung DPRD Surabaya. Masalah lainnya adalah lambatnya sistem tersebut sehingga banyak dikeluhkan oleh pengguna jaringan wifi DPRD Surabaya.

Salah seorang anggota Legislatif Surabaya pada saat dikonfirmasi, mengeluhkan lambatnya jaringan tersebut. Bahkan tidak mengetahui kalau program wifi di DPRD Surabaya kerap mengalami kerusakan.

“Kalau perlu BPK memeriksa anggaran yang ada di dewan ini, kalau itu memang ada penyimpangan, saya tidak tahu berapa nilainya,” pungkasnya.