Bersekutu Ganggu Hukum Indonesia

Hukuman Mati

Hukuman Mati

Jakarta – Penjahat internasional yang akan dieksekusi mati oleh pengadilan hukum di Indonesia ternyata mendapat tentangan dari negara yang warganya akan di hukum mati.

Pasca negara Australia yang berbagai cara untuk menggagalkan eksekusi mati terahdap 2 warga negaranya yang terlibat sindikat jaringan narkotika internasional.

Kini negara Prancis melakukan hal yang sama, setelah dipindahkannya beberapa terpidana mati kasus narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan di Cilacap dari berbagai LP.

Francois Hollande Presiden Prancis ikut bersuara langsung membuat ancaman dengan mengumpulkan negara-negara lain untuk menentang eksekusi mati.

Rupanya intervensi yang dilakuka dari berbagai negara tidak membuat surut pelaksanaan hukuman mati terahdap terpidana mati jaringan narkotika internasional.

Sebelumnya Joko Widodo (Jokowi) pernah menyampaikan bahwa Indonesia darurat narkoba. Sedangkan Prasetyo sebagai Jaksa Agung (Jagung) menyampaikan, pelaksanaan eksekusi terhadap mereka jalan terus.

Disadari atau tidak, baik Australia maupun Prancis telah mengganggu indepensi hukum yang berlaku di Indonesia. Bahkan sama sekali tidak menghormati pelaksanaan proses hukum yang berlaku disuatu negara.