Beri Signal Untuk Parkir

Baktiono

Baktiono

Surabaya – Dalam rapat dengar pendapat di Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.

Rupanya Komisi B memberikan signal dengan mempersilahkan untuk Pemerintah Koya (Pemkot) melaksanakan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 37 tahun 2015 tentang tarif retribusi parkir yang baru.

Pada kesepakatan ini, Dishub Surabaya mengajukan dasar pengubahan tarif retribusi parkir berupa Peraturan Daerah (Perda) nomor 08 tahun 2012 pada pasal 9 ayat 1. Bahwa tarif retribusi bisa ditinjau kembali paling lama 3 tahun sekali. Pasal 9 ayat 3 peninjauan tarif retribusi dilakukan dengan keputusan Kepala Daerah (Kada).

“Terkait pemberlakukan tarif parkir Tepi Jalan Umum (TJU) yang terkesan mendadak, ternyata sudah ada Perdanya yang disahkan tahun 2012,” kata Baktiono anggota Komisi B.

“Dan menurut keterangan Dishub, peraturan itu juga mendopsi usulan para juru parker, yang awalnya ditarget untuk naik oleh kepala plataran,” tembahnya.

“Sehingga muncullah usulan, tarifnya saja yang naik, dan aturan itu akan diberlakukan paling lama 3 tahun, artinya saat ini sudah waktunya, dan dituangkan dalam Perwali,” terangnya.

Baktiono Komisi B menyayangkan kenapa Pemkot Surabaya tidak mengantisipasi karcis baru dalam kurun waktu yang cukup lama yakni 3 tahun. Sebelum Perda dan Perwali mengenai kenaikan tarif retribusi parkir akan diberlakukan.

Maish kata Baktiono, sayangnya karcis parkir itu ternyata sudah dicetak dalam jumlah yang besar dan biaya yang tidak sedikit, karena melalui proses lelang dan nilainya Rp (rupiah) 1,2 miliar.

Sehingga untuk dilakukan penghapusan juga tidak mudah, apalagi juga harus disertai laporan ke badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sebagainya, maka lebih baik memanfaatkan karcis yang ada.

Baktiono meminta agar celah yang terjadi bisa diperbaiki yakni masih terlihatnya tarif lama di karcis parkir mesti telah distempel dengan tarif yang baru. Karena berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat.