Belum Ada Yang Dibanggakan

Vicensius

Vicensius

Surabaya – Tidak hanya Moch Machmud angguta Panitia Khusus laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Walikota dan Wakil Walikota Surabaya.

Kritikan terhadap kinerja keduanya juga diontarkan Vinsensius yang juga angota pansus. Terutama pada sektor program pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak mempunyai indikator yang jelas.

Vinsensius mencontohkan dari segi sektor pariwisata yang diklaim Pemkot Surabaya. Dalam kunjungan wisatawan melebihi dari target. Prestasi itu dinilai masih kabur, karena tidak ada kepastian. Apakah wisatawan yang datang tersebut memang bertujuan berwisata di surabaya atau sekedar transit.

Di sektor pembangunan, Pemkot Surabaya mengungkap keberhasilan dari jumlah pembangunan yang dilakukan. Semestinya untuk mengukur keberhasilan pembangunan dijelaskan target dan lokasinya.

“Jangan di rata-rata, harusnya by name by address, karena setelah kita telusuri ternyata masih nada kesenjangan,” terangnya.

“Sejak kepemimpinan Bu Risma mana ada ikon pembangunan yang bisa dibanggakan tidak ada, beberapa kawasan kota bisa hidup karena para pengembang,” paparnya.

Vinsensius menyampaikan, meski terdapat kekuarangan dalam program pembangunan. Namun rekomendasi kalangan dewan tidak ada artinya.

Sebab sesuai atuan Peraturan Pememrintah (PP) nommor 37 tahun 2007 tentang LKPJ Kepala Daerah (Kepda) kepada DPRD tidak ada keharusan untuk menjalankannnya.

Namun demikian, secara politis, saran yang diberikan kalangan legislator bisa dilaksanakan oleh Walikota terpilih.