Beli Makanan Sembarangan, Ditangkap

Irvan Widyanto

Irvan Widyanto

Surabaya – Peringatan bagi masyarakat yang suka membeli makanan di Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan.

Pembeli bakal kena sanksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sanksi tersebut mulai dari ringan berupa teguran lisan dan tertulis. Bahkan sanksi berat dengan masuk meja pengadilan.

Irvan Widyanto Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) Surabaya menjelaskan, setiap transaksi di tempat terlarang, seperti badan jalan akan terkena sanksi.

Bukan saja penjual, pembeli juga tak luput dari denda. Pemberian sanksi ini berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 02 tahun 2014 tentang Ketrentaman dan Keteriban Umum (Trantibum).

“Sanksinya beragam, dari mulai teguran, penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari pembeli dan penjual sampai ke pengadilan,” terangnya.

Masih kata Irvan, penerapan Perda Trantibum masih menunggu Peraturan Walikota (Perwali). Karena Perwali mengatur tentang Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan.

Irvan mengungkapkan, keberadaan PKL di badan jalan mengganggu dan merugikan pengendara jalan. Akibatanya, kemacetan tidak bisa dihindari.

“PKL mobil di badan jalan sekarang banyak, keberadaannya itu merugikan pengguna jalan, seperti PKL mobil di jalan MERR, PKL di Pasar Tembok, Pasar Asem, Pasar Keputran juga,” ucapnya.

Penertiban itu akan dilakukan setelah pihaknya melakukan beberapa langkah. Salah satunya memberikan informasi kepada masyarkat. Pengumuman itu bisa dilakukan di lampu lalu lintas, kendaraan umum dan tempat-tempat ramai. Selain itu, akan memberikan sosialisasi.

“Penting supaya masyarakat tahu, kita menghindri pengakuan pedagang tidak tahu kalau ditempatnya berdagang dilarang,” paparnya.

“Kita juga melakukan tindakan preventif sebelum represif dilakukan, jujur saja, kita tidak mau berbuat kasar kepada masyarakat,” jelasnya.