Beberapa Ormas Dukung Perluasan As-sakinnah

dprdSurabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya beserta Organisasi Masyarakat (Ormas) seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya, Pemuda Muhammadyah maupun komunitas seniman melakukan gelar doa bersama untuk mengawali pembangunan perluasan masjid As-sakinnah.

Pembangunan tersebut dilanjut pasca  mendapat dukungan dari berbagai ormas.

Sebelumnya saat dengar pendapat di Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) DPRD Surabaya.

Pembahasan mengenai keberadaan kantor sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan Bengkel Muda Surabaya (BMS) sempat memanas. Namun hal itu tidak berlangsung lama.

“Kami tidak berniat untuk memindahkan mereka untuk keluar dari Balai Pemuda,” kata¬†Widodo Suryantoro¬†Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Surabaya.

“Dengar pendapat ini tepatnya adalah mencarikan solusi,” tambahnya. “Dengan semangat yang sama yaitu memajukan dan mengembangkan kesenian di Surabaya,” ucapnya.

“Yang sekarang rancu itu adalah adanya rencana pembangunan Gedung Kesenian Surabaya di Hi Tech,” terangnya.

“Kami bukan berniat memindahkan DKS dan BMS di sana, tapi Gedung Kesenian itu untuk wadah latihan dan pertunjukan mereka,” jelas Widodo.

Eri Cahyadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) menyampaikan dalam rencana awal, desain pertama, dari gedung baru DPRD ada ruang untuk DKS dan BMS di dua lantai setengah.

“Rencana itu sudah kami sampaikan ke wali kota juga, saya sampaikan bahwa ada 2,5 lantai gedung DPRD yang baru diantaranya adalah untuk DKS dan BMS, jadi tidak keluar dari Balai Pemuda,” urai Eri.

Eri menambahkan, memasukkan DKS dan dalam perencanaan di gedung baru dewan, sesuai saran DPRD agar mereka tidak sampai keluar komplek Balai Pemuda.

“Nanti kita akan undang DKS dan BMS untuk bicara bersama, supaya bisa disesuaikan kebutuhannya seperti apa,” ungkapnya.

Armuji Ketua DPRD Surabaya mengungkapkan, perubahan rencana pembangunan DPRD ini sudah diubah 3 kali.

Masih kata Armuji, revisi ini merupakan bentuk akomodir suara dan kebutuhan masyarakat dan kelompok.

“Artinya masukan semua kita tampung, dari ulama, dari komunitas, dari seniman,” bebernya. “Kita mencari jalan keluar terbaik dan bagaimana yang benr,” jelas Armuji.

“Gedung DPRD yang baru tidak akan memakan lahan Balai Pemuda,” tegasnya. “Tapi mengepras lahan belakang kantor kita, kantor Sekretariat Dewan (Sekwan) dan Badan Musyawarah (Banmus) yang akan kita kepras,” pungkasnya.