Bebas Uang SPP Untuk Siswa PIP dan BKSM

Saiful Rachman kadispendik prov jatim

Saiful Rachman kadispendik prov jatim

Jawa Timur, portal nasional – Pemberian bantuan kepada siswa yang rentan putus sekolah ataupun siswa tidak mampu dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Dalam program tersebut, siswa diberi Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bisa menjadi dasar untuk menerima bantuan langsung melalui rekening sebesar Rp 1 juta per tahun per siswa untuk tingkat SMA/SMK sederajad.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah juga menyalurkan Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) sebesar Rp 780 ribu per tahun per siswa untuk jenjang pendidikan SMA/SMK sederajad dan bantuan-bantuan tersebut hanya bisa diterima oleh siswa tidak mampu.

Saiful rachman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan bahwa bantuan yang ada hanya bisa diterima salah satu, tidak bisa kedua-duanya. Karena fungsinya untuk menunjang biaya pendidikan siswa selain Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

“Siswa PIP maupun BKSM harus dibebaskan dari SPP,karena memang tidak mampu,” kata Saiful Rachman.

Karena disalurkan langsung pada rekening siswa, baik sekolah dan juga dinas pendidikan tidak bisa mengawasi secara langsung penggunaan uang tersebut.

Bila siswa belum mendapat pembebasan SPP, uang tersebut bisa dijadikan tambahan biaya SPP.

“Siswa baru yang kemungkinan belum dibebaskan SPP-nya, dana bantuan tersebut bisa dalam bentuk keringanan biaya SPP. Dan juga, dana bantuan siswa miskin itu bisa digunakan untuk beli buku atau keperluan sekolah lainnya,” terang Saiful Rachman./*