Bea Siswa Untuk Semua Siswa SMA/SMK Masih Belum Bisa Dilakukan

Saiful Rachman, Kadispendik Prov Jatim

Saiful Rachman, Kadispendik Prov Jatim

Jawa Timur, portal nasional – Beasiswa untuk siswa SMA/SMK se-Jawa Timur belum bisa diberikan 100 persen kepada anak didik. Dan saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur baru menerapkan subsidi silang dengan tiga kategori pembiayaan. Hal tersebut diungkapkan oleh Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Tiga kategori pembiayaan tersebut ialah bahwa siswa membayar penuh SPP, meminta keringanan SPP, dan gratis SPP.

Saiful Rachman mencontohkan bahwa program Bidik Misi SMA/SMK yang orientasinya gratis semua bahkan akan diberi uang saku sebesar Rp785 ribu per bulan, dimana uang tersebut akan diberikan secara langsung kepada siswa didik.

“Dengan program Bidik Misi ini diminta siswa dapat menggunakan uang tersebut untuk keperluan belajar, bukan yang lain-lain,” kata Saiful Rachman.

Kebutuhan sekolah tiap tahun selalu dihitung. Dana tersebut bisa didapatkan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan iuran SPP. Kalaupun masih ada kekurangan biaya, pihak sekolah bisa membicarakan lebih lanjut kepada komite sekolah untuk mencari jalan keluar.

“Semua sudah dihitung dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) masing-masing lembaga satuan pendidikan,” jelas Sauful Rachman.

Selain program siswa sekolah gratis dan dapat uang saku, keringanan biaya siswa SMA/SMK bisa dibantu oleh kabupaten/kota setempat.

“Saat ini baru Kota Batu, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten Pasuruan yang memiliki komitmen untuk membantu siswa SMA/SMK di daerahnya,” ungkap Saiful Rachman.

“Untuk kota Surabaya masih melakukan penyerahan data anak didik yang rentan putus sekolah. Jadi belum kepada mekanisme pembiayaan. Sedangkan untuk kabupaten Pasuruan masih tahap pembicaraan teknis penyaluran pembiayaan SMA/SMK,” lanjut Saiful Rachman.

Untuk menjadikan SMA/SMK di Jawa Timur gratis dari SPP, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki hitungan kasar sementara bahwa anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp1,4 triliun yang akan diambilkan dari dana APBD.

Hitungan itu dirincikan bahwa tiap siswa mulai dari kelas X sampai XII dapat menerima bantuan dana Rp700 ribu per siswa per tahun.

“Jika ada 1,1 juta siswa SMA/SMK negeri dan swasta yang ada di Jawa Timur. Kita tinggal menghitungnya,,” rinci Saiful Rachman.

Dengan penghitungan tersebut, pemberian beasiswa ke seluruh siswa SMA/SMK yang ada di Jawa Timur masih belum bisa dilaksanakan, terlebih Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat juga masih diserahkan ke kabupaten/kota./*