Batasi Penggunaan Kendaraan Pribadi

Irvan Wahyu Drajat

Irvan Wahyu Drajat

Surabaya – Dengan dioperasikan angkutan massal yang terkoneksi dari berbagai wilayah Surabaya. dampaknya nanti pada penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini masyarakat gunakan sehingga menimbulkan kemacetan pada beberapa titik ruas jalan.

“Untuk angkutan trem dari utara ke selatan, otomatis kita harus melakukan pengalihan-pengalihan, seperti pada jalur Purabaya ke Tanjung Perak, melalui darmo, akan digeser ke jalan diponegoro,” kata Irvan Wahyu Drajat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.

“Banyak rencana-rencana setelah angkutan massal atau trem, kita akan ikuti beberapa paket kebijakan, terutama pembatasan penggunaan kendaraan pribadi,” tambahnya.

“Sehingga trem beroperasi pada tahun 2017 mendatang, kita sudah punya strategi atau pilihan, tinggal masyarakat yang memilih,” ujarnya.

Masih kata Irvan, seperti di Negara Singapora setiap kendaraan yang melewati jalan tertentu dikenakan biaya. “Tarif parkir ditinggikan juga salah satu strategi pada tempat-tempat tertentu,” terangnya.

“Ketika kita sudah menyiapkan angkutan massal, angkutan kota (angkot) kita sudah melakukan pemetaan, tinggal mereka membentuk badan hukum, sehingga kita bisa memberikan semcam subsidi terhadap tarif angkutan umum,” jelasnya.