Banyak Potong Jalur, Tunggu Korban

Surabaya – Pengendara kendaraan yang ada di Surabaya hampir sebagaian besar berkarakter liar. Bahkan marka jalanpun yang jelas larangan masih saja dilanggar.

Etika berkendaraan hanya akan tertib bilamana dari kejauhan ada aparat kepolisian.

Seperti yang terjadi Jalan Raya Basuki Rahmad hingga Jalan Embong Malang.

“Kendaraan yang akan masuk ke perbelanjaan terbesar di Surabaya sudah benar menggunakan jalur kiri,” kata Tika.

“Sedangkan jalur kanan untuk jalur langsung ke Embong Malang atau ke Gubernur Suryo (Grahadi),” tambahnya.

“Namun pengendara yang tidak tahu aturan itu, mereka itu langsung potong jalur, setelah menggunakan jalur kanan,” ungkapnya jengkel.

“Padahal disana ada pos polisi, ngapain saja polisi disana, masak nunggu orang mati kecelakaan, baru dijaga,” kata Riko.

“Kepolisian harusnya sigap dengan situasi disana, setelah tunjungan Plaza (TP) I, banyak kendaraan yang potong jalur tepat di depan hotel Tunjungan untuk masuk ke TP 5,” kata Rio.

Tidak itu saja, perilaku pengendara kendaraan lebih parah ketika kendaraan dari Jalan Tunjungan belok kanan.

“Setelah melewati tikungan itu, langsung potong jalur dan masuk ke TP 5,” kata Reni.

“Lebih bagusnya, sama sekali tidak ada aparat kepolisian disana, kami sebagai masyarakat Surabaya mengacungi jempol,” pungkasnya.