Banjir Karena Alih Fungsi

Darmantoko

Darmantoko

Surabaya – Tenggelamnya surabaya barat beberapa waktu lalu diyakini adalah adanya alihfungsi yang sebelumnya sebagai resapan berubah menjadi hunian.

“Pada tahun 1965 itu dulu kawasan surabaya barat masuk dalam wilayah Gresik yang terdiri dari dataran tinggi, dan disana adalah tanah padas dan tanah lempung,” kata Darmantoko pangamat tata kota.

“Dan dataran di surabay barat itu adalah bergelombang, Peraturan Daerah (Perda) nomor 23 tahun 1979 dalam master plan tahun 2000, ada yang namanya greenbelt yang memanjang dari timur sampai ke barat, yang panjangnya 37 Kilometer persegi (KM2) dan sekarang telah hilang,” tambahnya.

“Sudah tidak kita temukan kembali dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Surabaya, Perda nomor 03 tahun 2007 tentang RTRW tahun 2010 maupun yang terbaru, hilang,” ungkapnya.

Masih kata Darmoantoko, karena disana kontur tanahnya padas maka tidak sedikit ada waduk-waduk kecil. “Setiap desa memiliki waduk, karena disana wilayahnya tadah hujan,” paparnya.

“Disana bergantung 2 sungai, yang ketimur itu kali greges, ke barat ada beberapa aliran sungai yang langsung menuju ke pantai utara (pantura) dan kali lamong,” terang Darmantoko.

“Sehingga untuk wilayah barat struktur penanganannya berbeda dengan struktur bagian timur, bagian timur itu adalah ekgeminte yang luasnya 100 KM2, itu tertata sistem drainasenya penanganan banjir oleh belanda,” jelasnya.

“Sepanjang tidak terselesaikan busem, ternyata banyak busem yang dijual ke pengembang, pembuangan air yang menuju ke pantura itu sudah digunakan secara maksimal oleh Pelayaran Indonesia (Pelindo) sampai ke pulau Galang,” urainya.

“Kali Lamong sendiri tidak bisa dilesesaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) karena dia merupakan aliran bengawan solo,” terangnya.

Darmantoko menyampaikan, siapapun yang menjadi Walikota Surabaya. Maka dia tidak akan bisa menyelesaikan banjir di wilayah barat.

“Yang menjadi pertanyaan untuk Pemerintah Kota (Pemkot) saat ini, apa konsep yang dimiliki setelah hilangnya waduk-waduk yang hilang,” pungkasnya.