Bagian Dari Patung Kerapan Sapi Raib Dicuri

patung sapiSurabaya – Rasa memiliki maupun menjaga aset milik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ternyata masih belum ditanamkan oleh masyarakat Surabaya. Semua itu terbukti ada yang hilang pada salah satu bagian di patung kerapan sapi yang ada di jalan Basuki Rachmad dan patung yang hilang tersebut merupakan berbahan dasar dari tembaga.

Akibat hilangnya bagian tersebut membuat Sachiroel Alim Anwar Ketua Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara.

Apabila tetap dibiarkan serta tidak ada pengamanan dipastikan patung karapan sapi berbahan baku dari tembaga akan habis jadi penjarahan.

“Patung kerapan sapi itu dibangun dengan uang rakyat, artinya jangan sampai aset-aset pemerintah yang memakai uang rakyat tidak terpelihara dengan baik, serta diawasi secara maksimal,” tambahnya.

“Bagaimanapun juga aset inikan ada di jantung kota, terus sampai terjadi kehilangan pada bagian patung tersebut, itu membuktikan tim penjaga aset kurang optimal pengawasannya,” paparnya.

“Oleh sebab itu, Komisi C mendesak pada Walikota Surabaya agar pengawasan aset lebih ditingkatkan,” terangnya. “Kalau kurang pada anggaran pengawasan aset pemerintah, kita akan dorong agar tercukupi,” paparnya.

“Ulah tangan jahil itu sulit dideteksi, jadi sebaiknya antisipasi harus dilakukan dengan baik, jangan sampai dana yang cukup besar untuk membangun taman serta bangunan lain seperti patung itu rusak sia-sia,” pungkas Alim.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan secara resmi yang disampaikan dari pihak Pemkot Surabaya, terlebih pada Chalid Buhari sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya.