Aturan Panjang BPJS Kesehatan

Febria

Febria Rahmanita

Surabaya РUntuk pelayanan kesehatan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) aturannya berubah.

Berdasar Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS tahun 2018, rujukan berobat harus melalui tipe D sebelum ke type C, B dan A.

Febria Rahmanita Kepala Dinas Kesehatan (Dioles) Surabaya mengatakan, mengenai peraturan baru dan yang dinilai merugikan masyarakat.

‚ÄúBu Wali Kota sudah membuat surat ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Direktur Utama (Dirut) BPJS yang isinya meminta peraturan itu ditinjau ulang,‚ÄĚ kata Febria.

Masih Febria, aturan baru itu, jelas sekali jalur rujukan semakin panjang. Selama ini, pasien berobat mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), klinik atau dokter praktek swasta.

Lalu bisa dirujuk ke Rumah Sakit (RS) type D, C dan B atau ke semua RS. Kini mekanismenya harus berjenjang dari D ke C, B dan A.

‚ÄúPadahal, di Kota Surabaya ini jumlah rumah sakit type D hanya ada 9 RS, type C ada 10 RS, type B ada 11 RS dan tipe A ada 2 RS,” terang Debris.

Debris menjelaskan, setiap harinya jumlah peserta BPJS yang berobat di Puskesmas antara 100 hingga 400 pasien.

Jika tiap harinya, ada 200 pasien yang berobat di 63 puskesmas yang artinya sekitar 12 ribu hingga 24 ribu pasien yang membutuhkan layanan fasilitas kesehatan di tingkat satu.

Sementara di RS type D jumlah tenaga dokter dan jenis pelayanannya sangat terbatas.

‚ÄúDi tipe D jumlah dokter yang menangani penyakit tertentu biasanya 1-2 orang,‚ÄĚ tuturnya.