Asal Sesuai Mekanisme

Pendestribusian Beras Miskin

Pendestribusian Beras Miskin

Surabaya – Eko Hariyanto Asisten IV bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Surabaya tidak mempermasalahkan jika beras untuk masyarakat miskin (raskin) langsung diambil alih oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. “Yang penting sesuai mekanisme,” tammbahnya.

Menurut Eko, jika rencana tersebuit disepakati ia menyarankan supaya tetap menggunakan mekanisme yang digunakan pemerintah pusat. Yaitu Pemkot Surabaya cukup membayar beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) sehingga tidak ada pengadaan barang dan jasa.

Masih kata Eko, mengenai jumlah warga yang berhak menerima raskin mencapai 65 ribu. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 110 warga. Kemudian pada tahun 2013-2014 jumlahnya kembali menurun menjadi 65 ribu.

“65 ribu itu tidak semua warga Surabaya, sebab dari 65 ribu yang sudah dinyatakan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Surabaya baru sekitar 31 ribu dan sisanya masih dalam proses verifikasi,” jelasnya.