APRS Tolak Kenaikan BBM

Demo Tolak BBM

Demo Tolak BBM

Surabaya – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat Surabaya (APRS) melakukan aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Mereka menolak rencana Joko Widodo (Jokowi) Presiden RI menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang direncanakan bulan-bulan ini. Kenaikan harga dari Rp (rupiah) 6.500 menjadi Rp 9.500.

Yeti koordinator aksi menjelaskan, dalam konstitusi sesuai dengan pasal 34 ayat 3 bahwa subsidi merupakan fasilitas pelayanan umum yang harus diberikan pemerintah kepada rakyat.

Alasan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBN TA) 2014 tidak bisa dijadikan dalih utama untuk mengerek harga BMM bersubsidi.

“Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) sebagai partai oposisi semasa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa, jelas-jelas selalu menolak kenaikan BBM dengan alasan defisit, namun sekarang Jokowi yang diusung PDIP malah menggunakan dalih yang sama,” ucapnya.

Yesi menilai Jokowi dan SBY memiliki watak yang sama. Selain menggunakan alasan defisit, Jokowi sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pokok.

Salah satunya adalah dengan program kompensasi pada orangmiskin sebesar Rp 150 ribu perbulan selama 3 bulan. Hal yang sama dilakukan SBY dengan program bantuan langsung tunai (BLT).

Subsidi BBM tidak tepat sasaran tidak bisa dijadikan alasan. Pemerintah berdalih anggaran subsidi BBM 80 persen dinikmati oleh kalangan menengah atas.

Yesi menambahkan, subsidi BBM dasar setiap perekonomian. Ketika BBM naik, maka harga kebutuhan pokok akan meningkat. Karena itu, dengan alasan apapun menaikkan BBM subsidi merupakan kebijakan anti rakyat.