Apotik Banyak Lakukan Pelanggaran

Khusnul Khotimah

Khusnul Khotimah

Surabaya – Perkembangan apotik serta pusat penjualan obat di Surabaya terus mengalami penambahan dalam tiap tahunnya. Walaupun masyarakat untuk mendapat obat-obatan saat ini jauh lebih mudah, namun hal tersebut terutama pada masyarakat sendiri tetap harus waspada.

Karena tidak sedikit ditemukan beberapa apotik berbuat nakal. Dampaknya yang dirasakan adalah ditutup secara paksa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan kasus yang beragam. Mulai dari perizinan hingga pelanggaran praktik apotik.

Seperti yang disampaika Khusnul Khotimah anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Komis D mengundang Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk membahas aktivitas apotik di Surabaya.

Saat ini, jumlah apotik dan toko obat di kota ini mengalami kenaikan signifikan tiap tahunnya. Data hingga akhir tahun 2014, totalnya ada 883 titik apotik yang sudah terdata. Angka ini naik drastis dibanding tahun sebelumnya hanya sekitar 750 apotik.

Selama 2 tahun terakhir, tercatat ada 35 titik yang ditutup, karena melanggar. “Sebenarnya, jumlah ini sudah mengalami penurunan,” kata Febria Rachmanita Kapala Dinkes Surabaya.

Febria menambahkan, rata-rata faktor penyebab dicabutnya izin operasi apotik karena melanggar regulasi. Mulai dari menjual obat-obat yang dilarang, hingga pelanggaran soal tidak lengkapnya sarana-prasarana dasar sebuah apotik.

Beberapa legislator Komisi D menyebut laporan soal adanya apotik yang menjual obat tidak resmi cukup banyak. Bahkan juga keberadaan klinik-klinik kesehatan menjadi sorotan.