Anggaran Unas Harus Cair Paling Lambat 12 Maret 2014

harun, kepala dinas pendidikan provinsi jawa timur

harun, kepala dinas pendidikan provinsi jawa timur

Jawa Timur – Harun, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, merasa geretan dan mendesak pemerintah pusat segera mencairkan anggaran pelaksanaan ujian nasional (unas) paling lambat 12 Maret 2014 besok, karena pelaksanaan unas sekitar bulan april – mei.

Desakan tersebut dilakukan karena sampai sekarang anggaran yang dipakai untuk proses sosialisasi, distribusi, pengawasan, pengamanan hingga pemindaian lembar jawaban ujian nasional belum turun.

Tanggal 12 Maret 2014 itu dipilih, karena tanggal tersebut Kemendikbud melalui badan standarisasi nasional pendidikan (BSNP) menggelar sosialisasi unas di kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur. Pada sosialisasi tersebut akan diundang semua pihak mulai dari Kepolisian, Kanwil Departemen Agama, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Pengawas Perguruan Tinggi dan Dewan Pendidikan Jatim.

”Dengan sosialisasi itu artinya tahapan pelaksanaan unas dimulai. Dan itu tidak bisa jalan kalau tidak ada anggaran,” kata Harun. “Kami minta paling lambat tanggal 12 Maret 2014 ini, dana sudah cair semua,” tambah Harun.

Harun memastikan jika dana tidak segera dicairkan, semua proses yang sudah disiapkan itu akan terhenti. Dan pihaknya tidak akan mencari dana talangan atau dana apapun untuk melaksanakan kegiatan yang memag sudah dianggarkan dari pusat (APBN).

”Sampai sekarang belum ada koordinasi apapun. Lha bagaimana kami bisa menghitung kebutuhan kalau dananya sendiri belum ada,” lanjut Harun.

“Kegiatan yang sudah ada anggarannya seperti pencetakan naskah soal dan LJUN, sudah berjalan. Untuk wilayah regional VI yang meliputi Jawa Timur dan seluruh wilayah Kalimantan, masing-masing daerah sudah mempersiapkan gudang untuk menampung naskah soal dan LJUN”, terang Harun yang juga sebagai koordinator wilayah regional VI.

Untuk ngantisipasi adanya kendala pengiriman, karena kondisi cuaca yang sering hujan, pada H-14 naskah soal dan LJUN harus sudah dikirim ke wilayah kepulauan yakni seluruh Kalimantan dan wilayah Kepulauan di Jawa Timur seperti Kangean, Sepudi, Sapekan dan Bawean. ”Semoga semua bisa berjalan baik,” ungkap Harun.