Anggaran SKPD Banyak Dikepras

gedung dprd kota surabayaSurabaya – Dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahin Anggaran (APBD TA) 2018, Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya melakukan pemangkasan pada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Herlina Harsono Njoto anggota Banggar mengatakan, pengurangan dilakukan berorientasi pada efisiensi anggaran.

Herlina menambahkan, dana yang dikurangi tersebut tidak terserap hingga Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

herlina menerangkan, beberapa SKPD yang anggarannya dipangkas ialah, Inspektorat sekitar Rp (rupiah) 700 juta.

Kemudian Sekretariat DPRD Rp 2 miliar, Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Rp 50 miliar. “Penguranganmya pada belanja barang dan jasa,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Vinsensius yang juga anggota Banggar. Dinas Perhubungan (Dishub) pengurangan pada anggaran Pembangunan sarana dan prasarana (sapras) transportasi berupa pembangunan gedung parkir intermodal Joyoboyo sekitar Rp 20 miliar dari alokasi Rp 143 miliar.

“Tapi pengurangan itu dialihkan untuk kegiatan lainnya,” urainya

Sedangkan di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKWCKTR) hanya ada pengurangan sebesar Rp 5 miliar dari semuila Rp 10 miliar untuk pembangunan Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL).

Awey mengungkapkan, semula pembangunan direncanakan 8 lokasi, dikepras menjadi 5 lokasi.

Pada Dinas PU dan Pematusan (DPUP) masih alot, karena ada tarik menarik persoalan mengenai pengendalian banjir. Sebab tidak tercantum pada Rencana Kegiatan Anggaran (RKA).

“Jika tak ada RKA, bagaiman kami bisa mengupas untuk apa saja dari kebutuhan Rp 1 triliun lebih,” tanyanya.