Anggaran Pendidik Perlu Dievaluasi

Beberapa Siswa Mendapat Kuliah Subuh dari Tri Rismaharini Walikota Surabaya

Beberapa Siswa Mendapat Kuliah Subuh dari Tri Rismaharini Walikota Surabaya

Surabaya – Tingginya perkelahian pelajar bahkan mahasiswa sekalipun di berbagai daerah harusnya menjadi perhatian secara khusus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) serta Pendidikan Tinggi (Dikti).

Terlebih dari hasil positif yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya beberapa waktu lalu dengan diamankannya sejumlah siswa yang nongkrong pada waktu jam pelajaran sekolah.

Masyarakat meminta agar anggaran pendidik yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belana Negara atau Daerah (APBN/D) perlu ditinjau kembali.

Mereka beranggapan, tingginya fasilitas yang didapat oleh para pendidik ternyata tidak sebanding dengan hasil fakta dilapangan. Bahkan Kualitas para siswa sekarang ini berbeda dengan pada waktu sebelumnya.

“Siswa nanti akan dihadapkan dengan kenyataan yang pahit, Sumber Daya Manusia (SDM) mereka ternyata sama sekali tidak ada manfaatnya,” kata Deden.

“Dengan digelontornya pendidikan gratis bukannya malah semakin cemerlang, malah sebaliknya kualitas mereka semakin menurun, Surabaya kalah dengan daerah lain,” tambahnya.

“Sedangkan para pendidik menikmati gaji tinggi dengan berbagai tunjangan lainnya,” paparnya. “Langkah bijaksana yang diambil oleh Kemendikbud dan Dinas Pendidikan (Dindik) secepatnya melakukan evaluasi terkait kinerja para pendidik,” kata Lukito.