Anggaran Berimbang Dengan Kenakalan

remajaSurabaya – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh para remaja beberapa waktu lalu dan menjadi perhatian masyarakat banyak.

Kasus yang tergolong sebagai kenakalan remaja tersebut menjadi sebuah bukti bahwa telah terjadi krisis moral pada kalangan remaja.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) rupanya telah menganggarkan dana sebesar Rp (rupiah) 10 miliar untuk pembinaan mental remaja pada Tahun Anggaran (TA) 2016 melalui anggaran kepemudaan. Namun kenyataannya dengan dana sebesar itu masalah kenakalan remaja justru semakin tinggi.

Afghani Wardhana Kepala Dispora Surabaya mengatakan, untuk anggaran sebesar Rp 10 miliar itu tidak hanya untuk mengatasi masalah kenakalan remaja saja.

Masih kata Afghani, bahwa Dispora telah melakukan kegiatan-kegiatan yang menyentuh langsung kepada para pemuda sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 40 tahun 2009 tentang tentang kepemudaan jadi disitu displit dulu bahwa fokus kami kepada pemuda.

Sehingga didalam anggran sebesar itu ada banyak kegiatan yang dilakukan jadi tidak hanya untuk masalah kenakalan remaja saja.

“Berdasarkan perintah ibu Walikota, anggaran tersebut sudah disebar secara proporsional diantaranya untuk menjadi pelatihan wirausaha, pemuda relawan dan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota untuk masalah penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

“Dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo untuk masalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS),” terangnya.

Sementara itu untuk semester awal ini pihaknya belum tahu secara pasti anggaran kepemudaan itu terserap berapa persen, yang pasti berdasarkan basis kinerja secara SKPD bahwa anggaran itu semestinya sudah terserap sekitar 20 persen.