Ambulan Bukan Untuk Rapat

SAMSUNG CAMERA PICTURESSurabaya – Banyaknya keluhan masyarakat yang terus mengalir ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya membuat reaktif hingga pimpinan DPRD Surabaya.

Terbaru, dewan mendapat laporan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) di Gunungsari tidak melayani masyarakat secara maksimal.

“Saya dapat laporan, pustu di Gunungsari buka layanan pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), tapi pukul 10.00 WIB sudah tutup, masyarakat yang mau berobat bingung,” kata Armuji Ketua DPRD Surabaya.

“Akhirnya masyarakat yang datang ke puskesmas itu banyak yang kecewa, mereka marah-marah karena tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan,” tambahnya.

“Bagaimana kalau ada warga yang membutuhkan layanan darurat dan membutuhkan layanan cepat,” ungkapnya. “Kemana saja mereka ini, saat jam dinas justru tidak ada di tempat,” tanyak Armuji.

Fakta mengejutkan, ternyata Armuji juga memergoki ada 4 unit ambulans yang dipakai Kepala Puskemas untuk ikut rapat koordinasi Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) dan layanan rujukan yang digelar Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) diruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Surabaya.

Keempat ambulans tersebut bernomol polisi L 9010 PP, L 9011 TP, L 9016 RP dan L 9010 RP. “Ambulas ini khusus untuk mengantar pasien yang sakit, malah dipakai untuk rapat,” papar Armuji.