Aktifis Lingkungan Dibunuh

matiLumajang – Pembunuhan secara terorganisir oleh kelompok preman yang menguasai tambang pasir berbuntut panjang. Bahkan telah membawah 1 meningal dan 1 masih dalam perawatan Rumah Sakit di Malang.

Perwakilan Komisi III yang membidangi Hukum, Hak Asasi Manusia, Keamanan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendatangi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

Suasana memanas ketika Akbar Faisal anggota Komisi III menanyakan seputar tambang ilegal juga meninggalnya Salim Kancil merupakan aktifis lingkungan.

Bahkan nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aris Syahbudin mantan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Lumajang yang saat ini menjabat sebagai Kasubbid Prodik Dikmas Biddikmas Korlantas Polri) juga disinggung.

Tidak hanya nama pejabat di Polri saja yang disinggung, namun juga anggota Legislatif Kabupaten Lumajang yang menjadikan penambangan tersebut tidak tersentuh hukum.

Dossy Iskandar Prasetyo anggota Komisi III lainnya juga menyebut mana Jensey serta meminta agar penambangan itu segera ditutup.

Masinton Pasaribu anggota Komisi III menyampaikan, pengusutan kasus terebut harus sampai ke aktor pebisnisnya. “Kapala Desa (Kades) tidak mungkin bekerja sendiri,” ungkapnya.