Akan Perbaiki Sistem Yang Ada

rasiyoSurabaya – Pasangan Calon (paslon) Rasiyo-Lucy Kurniasari mulai megeluarkan kritik bahwa cara kepemimpinan Kepala Daerah (Kada) sebelumnya. Sebagai pemerintahan yang jauh dari hati.

Rasiyo mengatakan minimnya serapan Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2015 yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Surabaya hanya 35 persen.

Masih kata Rasiyo, rendahnya kinerja dari SKPD tersebut akibat susana yang tidak kondusif dalam bekerja. Semua itu dikarenakan pada internal Pemerintah Kota (Pemkot) dipenuhi rasa ketakutan maupun keterpaksaan.

“Saya sudah memantau kondisi kerja di Pemkot, perlu penataan kembali sehingga kerja SKPD disana menjadi lebih kondusif, yaitu dengan hati,” tegasnya.

Rasiyo menambahkan , pada era pemerintahan Bambang Dwi Hartono (BDH) relatif lebih baik. Rasiyo mencontohkan, era BDH kerja sama yang kondusif antara Pemkot Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) saat menyelesaikan relokasi warga stren Kali Jagir.

Kebijakan pada sektor pendidikan juga mendapat penilaian yang berbeda. Terlebih mengenai mutasi pendidik oleh Tri Rismaharini (Risma) adalah sebuah kekeliruan.

Lucy menyampaikan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini ibarat seperti semut melawan gajah. “Tapi Insya Allah dengan dukungan seluruh warga Surabaya, kami mampu mengatasi perlawanan calon Wali kota dan Wakil Wali kota petahana. Maka kami memohon kepada seluruh warga Surabaya untuk mendukung kami dengan hati yang tulus,” pungkas Lucy.