Akan Lakukan Klarifikasi

polisiJakarta – Ungkapan Freddy Budiman yang disampaikan kepada Harris Azhar dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) pada tahun 2014 silam.

Harris sendiri menemui Freddy saat itu sebelum dieksekusi mati oleh tim eksekutor Kejasaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu.

Ungkapan Freddy seperti tamparan keras terhadap Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait peredaran narkotika.

Jenderal Polisi (Jen Pol) Tito Karnavian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mengatakan dirinya telah membaca pengakuan dari Freddy Budiman.

“Saya sudah tugaskan Pak Kadiv Humas untuk bertemu Pak Haris Azhar,” kata Tito. “Tepatnya seperti apa,” tambahnya. “Kalau memang ada data lengkap akan kita buka,” paparnya.

“Kami akan lakukan klarifikasi ke Pak Harris Azhar yang menyampaikan informasi ini ke publik,” terangnya. “Kalau informasi hanya seperti itu, kita akan lakukan anev ke dalam,” Jelasnya.

“Tapi juga jangan salah, bisa juga yang bersangkutan menyampaikan dalam rangka untuk menunda eksekusi,” pungkasnya.