Akan Bentuk Tim Investigasi

Camelia Habiba

Camelia Habiba

Surabaya – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Surabaya membentuk tim investigasi atas insiden pengusiran Ahmad Muhibbin Zuhri Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya.

‚ÄúSesuai arahan Dewan Pimpinan Dewan (DPW) PKB Jawa Timur (Jatim), kami akhirnya membentuk tim investigasi,” kata Laila Mufidah Ketua FPKB DPRD Surabaya.

“Tim ini diketuai langsung Pak Masduki Toha dan akan bekerja hingga 2 minggu ke depan, ini penting, karena kami ingin persoalan ini gamblang dan segara selesai,” tambahnya.

Masih kata Mufidah, sampai saat ini efek atas insiden pengusiran Ketua PCNU Surabaya masih belum juga reda. Sejumlah masyarakat dan kader partai terus bergolak dan mendesak dilakukan pengusutan.

Hal senada juga disampaikan Habibah juga anggota FPKB, akan diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) untuk menjadi catatan. “Ini sengaja kami lakukan, karena bagaimanapun juga, PKB punya garis dengan NU,” katanya.

“Kemarin saya sudah komunikasi dengan seluruh pimpinan, alhamdulillah sudah ada sedikit gambaran, hanya, kami tidak bisa buka sekarang hasilnya,” Kata Masduki Toha Wakil Ketua DPRD Surabaya.

“Kalau memang pimpinan yang bersalah, maka mereka harus meminta maaf secara kelembagaan,” tegasnya.

“Kami meminta seluruh warga muslim, terutama NU untuk ikut berjuang mengawal perda mihol, Jangan sampai minuman haram itu beredar di Surabaya,” kata Muhammad Asrori.

“Kawal terus pembahasan Peraturan Daerah (Perda) Mihol di DPRD Surabaya, jangan biarkan orang-orang tidak bertanggungjawab,” tambahnya.