Ada Skenario Pemindahan KBS

KBSSurabaya – Banyaknya hewan tewas koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) membuka lembaran lama. Polemik tarik ulur pengelolaan taman konservasi kebanggaan masyarakat Surabaya itu mulai mencuat kembali.

Ada yang menuding karena Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS tidak mampu mengelola.

Toni Sumampau Ketua tim pengelola KBS sementara non aktif mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola baru tidak cukup memadai.Sejak dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya banyak hewan yang tidak terurus.

“Contohnya, waktu ditangani pengelola lama unta gemuk-gemuk, sekarang malah banyak yang kurus,” ujarnya.

Bahkan, Toni terang-terangan mengungkap direktur PDTS KBS sempat mau mengundurkan diri lantaran tidak bisa mengelola.

Selain itu, pimpinan PDTS KBS tidak mampu merangkul semua karyawan. Akibatnya, konflik terjadi berkepanjangan, bahkan semakin meruncing.

Masih kata Toni, KBS memang milik Pemkot Surabaya. Namun dari segi pengelolaan harus ditangani tenaga profesional.

“Koleksinya terlalu banyak tidak diimbangi dengan jumlah kandang yang cukup, satwa akan terus menerus ke depannya banyak yang mati,” paparnya.

Sedangkan, I Wayan Titip Sulaksana menyatakan KBS harus dikelola oleh Pemkot Surabaya. Pemerintah sebagai pemilik dapat menjadi solusi di tengah munculnya kubu-kubu pengelola KBS.

Wayan engungkapkan, banyaknya hewan mati memang sengaja diskenario. Bahkan, upaya keji itu muncul sejak sekitar tahun 1990. Pada eranya H Muhammad Said (alm) sebagai pengelola sudah muncul skenario jelek untuk membunuh hewan koleksi KBS satu persatu.

“Said yang tahu betul adanya rencana relokasi KBS ke Jurang Kuping, kompensasinya KBS yang luasnya 15 hektar (Ha) akan diganti dengan tanah seluas 45 Ha,” jelasnya.