Ada Kerugian Negara 840 Miliar

duwitSurabaya – Rilis Indonesia Police Watch (IPW) yang menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp (rupiah) 840 miliar dalam kasus pertukaran satwa langka di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

“Aku tidak bisa hitung, aku tidak tahu hitungannya, kita serahkan saja ke polisi,” kata Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya.

“Waktu itu saya tidak mau nuduh siapa-siapa, saya memilih lapor biar jelas siap yang main dan siapa yang punya niat,” ungkapnya.

“Sekarang datanya mungkin ada di Bu Ratna selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (Dirut PDTS KBS), nanti tak lihat dulu,” tandas.

“Polisi tidak boleh pandang bulu, siapapun yang terlibat harus diungkap dan ditangkap,” tegas Moch Machmud mantan Panitia Khusus PDTS KBS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Di KBS itu banyak kepentingan, makannya pemberitaan yang selama ini ada terkesan untuk mengaburkan masalah yang sebenarnya,” terangnya.

“Di situ negara jelas dirugikan, saya berharap kasus tersebut diusut sampai tuntas siapa-siapa oknum yang terlibat,” pungkasnya.

IPW berharap Markas Besar Kepolisian Republik Indonesai (Mabes Polri) maupun Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) tidak melakukan intervensi dalam kasus KBS. Tapi justru harus mesupervisi Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya agar kasus ini bisa segera dituntaskan.