Ada Apa Dibalik Semua Ini

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Dengar pendapat di Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya untuk pembahasan robohnya bangunan cagar budaya akhirnya batal.

“Kita mengundang pada pukul 14.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), dan yang diundang pihak dari Jayanata, Dinas Perkerjaan Umum Cipta Karya (DPUCK) Surabaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” kata Vinsensius anggota Komisi C.

Masih kata Vinsensius, dari semua yang diundang hanya Satpol PP yang memenuhi undangan. “Sedangkan lainnya tidak datang, oleh karena itu kegiatan ini tidak bisa kita lanjutkan lagi,” tambahnya.

Vinsensius menambahkan, Komisi C akan mengagendakan ulang. “Sebenarnya untuk agenda ini, kami mencari keterangan lebih banyak terkait perizinan IMB,” ungkapnya.

“Terkait izin renovasi bangunan serta motivasi dibalik bangunan itu yang lebih tahu semua itu adalah dari Jayanata,” terangnya.

“Sebab ada kesimpang siuran, dimana Ibu Cinta Riani menyampaikan bahwa rumah itu sebenarnya dijual pada awal bulan Desember, dan sampai desember 2015 sudah selesai,” jelasnya.

“Sementara beliau juga menyampaikan tidak ada perizinan yang beliau lakukan IMB maupun renovasi, namun ketika dalam dengar pendapat kedua disampaikan dinas terkait, bahwa yang mengajukan adalah Cinta Riani bukan pemilik Jayanata, kita ingin tahu sebenarnya ada apa dibalik semua itu,” pungkasnya.