7 Gerai Bermasalah

Dengar Pendapat Terkait Perizinan Hyermarket

Dengar Pendapat Terkait Perizinan Hyermarket

Surabaya – Setelah melakukan penertiban terhadap toko modern yang tidak berizin diberbagai wilayah surabaya. Rupanya hal tersebut tidak berhenti, bidikan kembali bergerak pada Swalayan.

Dalam dengar pemdapat di Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Beberapa swalayan seperti superindo dan giant hypermarket mulai dipertanyakan terkait Hinder Ordinantie (HO) serta juga Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Berdasar dilapangan, dari Kajian Sosial Ekonomi (Sosek), HO maupun IMB ada swalayan diketahui tidak mempunyai izin bahkan ada yang sudah mati.

Seperti yang disampaikan Novi Dirmansyah Kepala Bidang (Kabid) Pengendali Dampak Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya, dari 18 gerai ada 7 gerai diketahui belum mengantongi izin dan pembaharuan izin.

Masih kata Novi, padahal, dengan pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 08 Tahun 2014 tentang izin usaha, setidaknya proses tersebut harus sudah dilakukan oleh pemilik gerai.

Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A mengatakan, pengelola gerai Swalayan wajib untuk mengurus perizinan. “Ini berdampak terhadap potensi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.

Masih kata Adi, dengan ditaatinya Perda, pengelola gerai swalayan yang akan ekspansi usahanya di Surabaya sudah memahami dan tidak melanggar aturan.

“Sementara kami akan mengkroscek data yang tidak berizin. Untuk itu kami meminta itikad baik dari Pengelola Gerai Swalayan yang masih terkendala perizinan segera memproses,” terang Irvan Widianto Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Surabaya.