3 Fraksi Ditinggal, Suasana Memanas

gedung dprd kota surabaya

gedung dprd kota surabaya

Surabaya – Kepastian penyelesaian sejumlah agenda penting termasuk pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2015 Surabaya, makin tidak jelas.

Semua itu pemicunya adalah aksi berebut jabatan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya yang melibatkan sejumlah koalisi fraksi. Bahkan, mulai muncul wacana pemboikotan semua agenda kedewanan oleh sejumlah fraksi, bila memang tidak ada solusi.

Alat kelengkapan dewan yang diperebitkan diantaranya 4 Komisi serta juga Badan Legislatif (Banleg) dan Badan Kehormatan (BK).

Beberapa fraksi sudah mendapatkan jatah adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat (PD), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golongan Karya (PG) juga Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (Fraksi Gabungan).

Untuk posisi ketua dari PDIP, PD dan PKB. Pada posisi wakil ketua dan sekretaris akan ditempati PG serta Gabungan.

Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) maupun Partai Gerakan Indoensia Raya (Gerindra) sama sekali tidak mendapatkan jatah.

Perlu diketahui, bila mengacu persentase suara, perbandingan persentase suara koalisi PDIP dan Gerindra adalah 72:28 persen.

Sedangkan, mengacu draf Tata Tertib (Tatib) DPRD Surabaya, seluruh rapat paripurna serta rapat-rapat lainnya dianggap sah jika dihadiri minimal 75 persen dari total anggota dewan.

Ketika koalisi Gerindra memilih untuk absen, maka semua agenda kedewanan dipastikan tidak bisa berlanjut.

Saat ini peta politik bagi-bagi jabatan di DPRD Surabaya sudah memanas. Bahkan, sejumlah rapat internal dewan sudah diwarnai konflik antara 2 poros ini.