Pembahasan RAPBD Surabaya Mundur

Gedung DPRD Surabaya

Gedung DPRD Surabaya

Surabaya – Pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (RAPBD TA) 2015 hampir dipastikan disahkan pasca pelantikan anggota dewan baru.

Moch Machmud ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya memastikan, berubahnya jadwal tersebut bukan karena ada instruksi dari Gubernur Jawa Timur (Gub Jatim).

“Jadwal sudah kita ubah sebelum ada pernyataan dari Gubernur, jadi perubahan ini bukan karena adanya desakan dari gubernur,” tambahnya.

Meskipun jadwal pengesahaan hampir dipastikan mundur. Machmud mengaku, hal tersebut tidak akan merubah pembahasan yang sudah dilakukan sebelumnya. Terutama terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“Kalau ada perubahan mungkin yang kecil-kecil, tapi KUA PPAS tentu saja tidak bisa berubah,” ujarnya.

Ketika disinggung poin apa saja yang dapat dirubah oleh anggota dewan baru, Machmud enggan menyebutkan. “Kalau contohnya saya tidak tahu, tinggal nanti dalam pembahasan seperti apa,” tandasnya.

Masduki Toha anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Surabaya menyambut baik pengunduran jadwal pengesahan RAPBD 2015.

“Anggaran Rp (rupiah) 7 triliun itu tidak sedikit, jadi tidak bisa pembahasannya dilakukan hanya dalam waktu 2 hingga 3 hari,” katanya.

Masih kata Masduki, pengesahaan RAPBD 2015 tidak dilakukan tergesa-gesa. Begitu juga sikap Walikota Surabaya yang bisa menerima atas pengunduran jadwal itu.

Bahkan Masduki menjamin anggota DPRD Surabaya baru akan mengawal aspirasi dari anggota dewan lama. Menurutnya, deadline (batas akhir) pengesahaan APBD masih akhir bulan 11/2014 mendatang. Sehingga optimis pada akhir bulan 09/2014 atau bulan 10/2014 mendatang APBD TA 2015 sudah disahkan.

“Di DPRD itu tinggal awalnya seperti apa, Kalau pemimpin yang terpilih baik, selanjutnya pasti akan baik juga, begitu juga sebaliknya,” pungkasnya.