43 Ekor Gajah Di Riau Dibunuh

gambar gajah yang mati diracun

gambar gajah yang mati diracun

Pekanbaru – Organisasi pemerhati satwa WWF menyatakan sebanyak 43 kasus pembunuhan gajah Sumatera liar di Provinsi Riau selama tiga tahun terakhir belum terungkap.

Syamsidar, Humas WWF Program Riau, mengungkapkan, kasus pembunuhan gajah Sumatera liar pada 2012 yang belum terungkap mencapai 15 kasus. Pada 2013, mencapai 14 kasus dimana 13 kematian gajah terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

Sedangkan, pada 2014 jumlahnya makin meningkat karena pada triwulan pertama yakni Januari-Maret sudah ditemukan 14 kasus pembunuhan gajah. Bahkan, satu kasus kematian terjadi dalam proses relokasi gajah liar dari habitatnya di huta Kabupaten Rokan Hulu ke Pusat Konservasi Gajah di Minas, Kabupaten Siak pada 1 Januari lalu.

Sementara itu, satu kasus pembunuhan gajah ditemukan di konsesi perusahaan industri kehutanan di daerah Duri, Kabupaten Bengkalis. Kemudian, 11 kasus kematian gajah juga ditemukan di konsesi perusahaan di Kabupaten Pelalawan dimana belasan gajah mati baru ditemukan ketika sudah dalam wujud kerangka.

Ia mengatakan WWF sangat berharap kasus tersebut diusut dengan serius oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau maupun Balai TNTN agar pelaku bisa diseret ke pengadilan. “Jangankan pelaku dibawah kepengadilan, satu pun kasus tidak terungkap,” ungkap Syamsidar.

“Penegakan hukum perlu ditingkatkan karena seluruh kasus dalam tiga tahun ini umumnya gajah mati karena diracun dan itu ilegal, harus ada penegakan hukumnya,” jelas Syamsidar./*