WS Minta Semua Pihak Untuk Tenang

Whisnu Sakti Buana

Whisnu Sakti Buana

Surabaya – Setelah Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya bungkam terkait penutupan lokalisasi Dolly. Whisnu Sakti Buana (WS) Wakil Walikota (Wawali) Surabaya angkat bicara dan meminta semua pihak harus menenangkan diri atas rencana penutupan lokalisasi Dolly mapupun Jarak yang ditarget tanggal 19/06/2014 mendatang.

WS terkesan kecewa adanya aksi massa pada tanggal 19/05/2014 lalu di kelurahan Putat Jaya. Demo tersebut sebagai bentuk penolakan warga, Pekerja Seks Komersial (PSK), dan mucikarai atas rencana penutupan Dolly dan Jarak.

Sejauh ini sudah 4 Rukun Warga (RW) yang diajak rembuk, menyisakan 1 RW. Diantara lima RW terdampak yang sudah berhasil ditemui oleh WS adalah RW III,X, XI, dan XII, jadi tinggal RW VI di daerah gang dolly yang rencananya akan bertemu tanggal 21/05/2014 malam.

Menurut WS, dari sekian RW responnya cukup bagus. Sebab, gerakan sosialisasi selama ini hanya dipusatkan di kelurahan dan kecamatan. Dengan turun langsung ke akar rumput, otomatis WS juga berhasil menemui mereka yang selama ini menolak penutupan Dolly dan Jarak.

Dalam pertemuan itu diikuti oleh para PSK, mucikari dan warga. Meski begitu, belum ada kesepakatan tertulis antara pemkot dengan warga. WS mengaku sosialisasi yang dilakukan baru langkah awal.

WS menegaskan, dari hasil pertemuan itu warga mulai bisa membuka hati dan pikiran untuk memahami rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Hal itu karena pemerintah akan memberikan jaminan kesejahteraan secara ekonomi. Warga terdampak penutupan lokalisasi menginginkan jaminan hidup.

Program pembinaan yang direncanakan Pemkot beragam. WS mencontohkan bagi warga terdampak yang masih berada dalam usia produktif bisa ditarik menjadi tenaga outsorching di pemkot Surabaya. Mereka yang bisa menjahit diberi proyek garapan di lingkungan pemkot sampai memiliki pelanggan sendiri.