22 Legislatif Lakukan Kunker

Armuji

Armuji

Surabaya – Semenjak dilantik sampai saat ini aktivitas 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya masih belum maksimal.

Semua itu disebebkan masih belum terbentuknya semua alat kelengkapan di DPRD Surabaya. Namun mengenai Kunjungan Kerja (Kunker) legislatif surabaya berusaha tetap direalisasikan. Keberangkatan mereka dengan menyiasati agar kunker tetap bisa dilakukan.

Perlu diketahui, ada 2 agenda kunker yang sudah digelar. Sebanyak 22 legislatif, yang terbagi dalam 2 kloter, yang pertama berangkat ke Bandung dan Jakarta terkait isu transportasi.

Sedangkan kloter berikutnya merupakan dari Panitia Khusus Tata Tertib (Tatib) DPRD Surabaya berangkat ke Jogjakarta. Padahal berdasar mekanisme semua kegiatan kunker mengacu pada alat kelengkapan masing-masing.

Jatah kunker di DPRD Surabaya masih cukup banyak, untuk kegiatan jenis fasilitasi peningkatan lembaga dengan nilai Rp (rupiah) 2,1 Miliar, dan yang terpakai Rp 605 Juta jadi masih ada Rp 1,5 Miliar.

Demikian juga pada program peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD mayoritas berupa kunker, dari jatah anggaran Rp 42,1 Miliar, yang sudah terpakai baru Rp 16,3 Miliar. Itu belum termasuk sejumlah alokasi anggaran lain.

“Di sana, rekan-rekan ingin mengetahui status-status lahan Kereta Api Indonesia (KAI) di Surabaya, sebab, kami banyak mendapat pengaduan warga soal sengketa lahan KAI,” kata Armuji Ketua DPRD Surabaya. “Karena itu lah, agar rekan-rekan lebih paham, kami persilahkan mereka ke sana untuk belajar,” terangnya.