Harga Barang Beda, Beras Bulog Rendah Kwalitas Ada Di Pasaran, Siapa Yang Harus Bertanggung Jawab

Beras Bulog kualitas rendah tidak laku dipasar

Beras Bulog kualitas rendah tidak laku dipasar

Jawa Timur, portal nasional – Operasi Pasar yang diadakan oleh pemerintah provinsi jawa timur, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, layak devaluasi.

Menurut sumber yang bisa dipercaya, beras murah yang dijual dengan harga 9350 rupiah per kilogram merupakan beras kualits rendah dan pantas dipakai lontong bukan sebagai nasi.

“Kualitas beras bulog yang dijual pada operasi pasar sangat jelek. Tidak layak dikonsumsi sebagai nasi, tapi layak untuk lontong,” jelas sumber.

Beras bulog dengan kualitas rendah yang digunakan dalam operasi pasar dipastikan sudah diketahui oleh pihak Disperindag jatim, namun sangat disayangkan tetap dipaksakan diedarkan kepada masyarakat luas untuk dibeli.

Selain beras berkualitas rendah, bawang merah yang beredar di jawa timur terjadi perbedaan harga yang sangat signifikan. Di pasar tradisional kabupaten Bojonegoro, harga bawang merah berada pada kisaran 6ribu rupiah per kilogram, sedangkan di Surabaya mencapai harga 18ribu per kilogram.

Dengan adanya permasalahan tersebut, dipastikan kinerja Disperindag jatim tidak maksimal, karena permainan harga masih dikendalikan oleh kelompok spekulan kebutuhan pangan.

Peredaran kebutuhan pangan harus diawasi ketat oleh aparat penegak hukum agar harga dan stok kebutuhan pangan serta kualitasnya sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat. Kedepan dipastikan akan terjadi kenaikan harga pada bahan lain yang dikonsumsi masyarakat.

Jika dulu hanya pada gula, cabe, garam, bawang merah dan bawang putih serta lainnya, daging yang juga bahan konsumsi masyarakat akan menjadi target para spekulan seperti daging sapi, bebek, ayam dan yang lainnya.

“Kita akan lihat, setelah harga bawang merah/putih stabil, daging akan menjadi target spekulan dan permainan spekulan sebenarnya mudah ditebak dan tinggal pemerintah bisa mengantisipasi serta mengambil tindakan apa tidak k para spekulan ini,” ungkap sumber./*